Jumat, 17 Januari 2014

E-LEARNING


UJIAN TENGAH SEMESTER
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN










                             Nama : BEKTI CAHYONO

                             N I M  : 137905020







Soal:
1.   Penerapan e-learning di Indonesia. Apa yang menjadi kendala dan kemungkinan yang muncul. Jelaskan kendala dan kemungkinan tersebut, dan bagaimana mengatasi dan mengoptimalkan pelaksanaan e-learning jika diterapkan di Indonesia.
2.   Interaksi merupakan bagian yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pemanfaatan e-learning, interaksi yang muncul di antara peserta pembelajaran menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana mengoptimalkan aspek interaksi sehingga semua aspek interaktivitas pada pembelajaran tatap muka (face-to-face) dapat tercapai?
3.   Mengapa pendidikan perlu mempertimbangkan e-learning? Bagaimana dengan ilmuwan teknologi pendidikan menyikapi hal ini?
4.   Pemanfaatan e-learning ditengarai akan menyebabkan perilaku penyendiri tidak mau bersosialisasi dengan orang lain di lingkungannya. Bagaimana upaya teknolog pembelajaran dalam mengatasi kemungkinan tersebut?




Jawab :

1. Sistem pendidikan yang memamfaatkan media berupa teknologi informasi dan komunikasi seperti ini disebut sebagai E-Learning (Elektronic Learning). E-Learning sendiri sebenarnya sudah sangat lama diaplikasikan di dunia pendidikan, pertama kali diberlakukan di Universitas Ilinois dengan menggunakan sistem instruksi berbasis computer (computer-assisted instruction) dengan sebuah computer yang bernama PLATO. [sumber Wikipedia]
Di Indonesia sendiri, sistem pendidikan berbasis e-Learning sudah umum ditemukan di tingkat perguruan tinggi. Materi kuliah yang disampaikan oleh dosen dan tenaga pengajar sudah dalam format elektronik (e-Book) dan disampaikan di perkuliahan dalam bentuk presentasi. Mahasiswa tidak diharuskan untuk mencatat materi yang diberikan tetapi cukup mendengarkan penjelasan-penjelasan lisan yang diberikan oleh dosen dan selanjutnya menyalin e-Book tersebut dari dosen yang bersangkutan ataupun mengunduh dari internet.
E-Learning atau pembelajaran elektronik saat ini semakin dikenal sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah pendidikan, baik di negara-negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Namun  dalam penerapan atau pelaksanaannya di Indonesia masih mengalami kendala. Hal ini disebabkan oleh sistem dan keterbatasan fasilitas yang mendukung dalam proses pembelajaran tersebut.
Terlepas dari hal diatas dapat kita ketahui bahwa beberapa faktor utama yang menjadi kendalah penerapan e-learning di Indonesia. Pertama, belum tersedia fasilitas yang memadai yang mendukung dalam penerapan e-learning. Hal ini dikarenakan keterbatasan dana, dan biaya fasilitas itu cukup mahal sehingga sekolah tidak cukup dana untuk membeli seperangkat komputer. Kedua, kurangnya keahlian dalam mengoperasikan teknologi, maksudnya masih banyak pengajar atau pendidik di Sekolah belum mampu mengoperasikan komputer. Ketiga, Faktor lain, misalnya faktor keamanan. Sekolah yang tidak aman enggan untuk membeli komputer. Sementara menurut Effendi, (2005) dalam http://programmkomputer.blogspot.com/2012/10/pengertian-keunggulan-kendala-e-learning.html kendala atau hambatan dalam penyelenggaraan e-learning yaitu: a. Investasi. Walaupun e-learning pada akhirnya dapat menghemat biaya pendidikan, akan tetapi memerlukan investasi yang sangat besar pada permulaannya.



Cara mengatasi :
Pemerintah harus lebih memperhatikan lagi dalam penerapan pembelajaran e- learning di Indonesia yaitu dengan cara menyediakan fasilitas yang memadai dan memasang jaringan internet di seluruh wilayah .

2. Interaksi dalam pembelajaran tatap muka, pada intinya adalah terbentuknya hubungan antara guru dan murid dengan baik melibatkan aspek psikologis. Adanya bentuk perhatian adalah bentuk paling sederhana untuk membuat interaksi antara guru dan murid menjadi lebih akrab dan terbuka.

Dalam penerapan e-learning, interaksi bisa dioptimalkan dengan cara :
      Terbukanya interaksi langsung menggunakan social media seperti facebook dan twitter, sehingga interaksi dan diskusi bisa berlangsung lebih santai dan tidak ada unsur ketegangan
         Pengiriman email berisi hasil belajar dan tanggapan guru untuk memberikan umpan balik sekaligus motivasi kepada siswa.


3. Dalam paradigma teknologi pendidikan, penerapan e-learning ini adalah sebuah salah satu solusi mengatasi masalah belajar di dunia pendidikan. Pendidikan perlu mempertimbangkan e-learning, karena ada beberapa manfaatnya  antara lain :
      Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet
         Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti melalui jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
         Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif


        4. Misalnya dengan merancang strategi pembelajaran yang bersifat Project Learning dan Kooperatif Learning untuk mendiskusikan topik dengan cara chatting/audioconference/videoconference melalui internet dalam waktu yang bersamaan (sinkronous) atau dalam waktu yang berbeda (asinkronous) dengan siswa mendiskusikan sesuatu suatu topic secara kelompok melalaui via email, bulletin board, dan lain-lain.



    Literatur :
-      Djadja Sardjana, Kebijakan E-Learning Perguruan Tinggi Dalam Strategi Manajemen Pendidikan, Kompasiana.com/2010/03/18
-      Martin Weller, Delivering On The Net, London and New York, 2002

Selasa, 05 November 2013

Posisi Pemain Bola Voli :

1. Penempatan pemain bola voli di lapangan berdasarkan urutan giliran servis
2. Posisi pemain diberi nama dengan angka 1 s/d 6
3. Perputaran pemain harus searah jarum jam

Sabtu, 05 Oktober 2013

Tujuan Warming Up

1. Menyiapkan otot untuk aktifitas olah raga yang lebih berat
2. Agar otot tidak mudah cidera

Rabu, 02 Oktober 2013

Blocking

1. Block aktif : kedua tangan aktif mengejar arah bola smash lawan diatas net
2. Block pasif : kedua tangan pasif hanya dijulurkan diatas net

Smash/ Spike

Macam-macam smash berdasarkan ketinggian bola di atas net :
1. Quick/ pull smash, ketinggian bola 40 - 50 cm (satu setengah bola)
2. Semi smash, ketinggian bola 1 m
3. Open smash, ketinggian bola 2 - 3 m

Passing Atas Bola Voli

1. Perkenaan bola pada tangan adalah seluruh jari kedua tangan dari ujung sampai pangkal jari
2. Posisi bola diambil tepat di depan atas kepala
3. Gerakan passing adalah meluruskan lutut kaki dan siku tangan yang semula agak ditekuk diikuti gerakan foles kedua pergelangantangan

Passing Bawah Bola Voli


1. Perkenaan bola pada tangan adalah antara pergelangan sampai siku tangan
2. Bola diambil tepan di depan badan
3. Gerakan passing adalah meluruskan lutut kaki yang semula agak ditekuk (jongkok)             bersamaan dengan mengayunkan kedua tangan dari bawah ke atas