UJIAN
TENGAH SEMESTER
TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Nama : BEKTI
CAHYONO
N I M : 137905020
Soal:
1. Penerapan e-learning di
Indonesia. Apa yang menjadi kendala dan kemungkinan yang muncul. Jelaskan
kendala dan kemungkinan tersebut, dan bagaimana mengatasi dan mengoptimalkan
pelaksanaan e-learning jika diterapkan di Indonesia.
2. Interaksi merupakan
bagian yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pemanfaatan e-learning,
interaksi yang muncul di antara peserta pembelajaran menjadi tantangan
tersendiri. Bagaimana mengoptimalkan aspek interaksi sehingga semua aspek
interaktivitas pada pembelajaran tatap muka (face-to-face) dapat tercapai?
3. Mengapa pendidikan perlu
mempertimbangkan e-learning? Bagaimana dengan ilmuwan teknologi pendidikan
menyikapi hal ini?
4. Pemanfaatan e-learning
ditengarai akan menyebabkan perilaku penyendiri tidak mau bersosialisasi dengan
orang lain di lingkungannya. Bagaimana upaya teknolog pembelajaran dalam
mengatasi kemungkinan tersebut?
Jawab :
1. Sistem pendidikan yang memamfaatkan media berupa
teknologi informasi dan komunikasi seperti ini disebut sebagai E-Learning
(Elektronic Learning). E-Learning sendiri sebenarnya sudah sangat lama diaplikasikan
di dunia pendidikan, pertama kali diberlakukan di Universitas Ilinois dengan
menggunakan sistem instruksi berbasis computer (computer-assisted instruction)
dengan sebuah computer yang bernama PLATO. [sumber Wikipedia]
Di Indonesia sendiri, sistem pendidikan berbasis
e-Learning sudah umum ditemukan di tingkat perguruan tinggi. Materi kuliah yang
disampaikan oleh dosen dan tenaga pengajar sudah dalam format elektronik
(e-Book) dan disampaikan di perkuliahan dalam bentuk presentasi. Mahasiswa tidak
diharuskan untuk mencatat materi yang diberikan tetapi cukup mendengarkan
penjelasan-penjelasan lisan yang diberikan oleh dosen dan selanjutnya menyalin
e-Book tersebut dari dosen yang bersangkutan ataupun mengunduh dari internet.
E-Learning
atau pembelajaran elektronik saat ini semakin dikenal sebagai salah satu cara
untuk mengatasi masalah pendidikan, baik di negara-negara maju maupun di negara
yang sedang berkembang. Namun dalam penerapan atau pelaksanaannya di
Indonesia masih mengalami kendala. Hal ini disebabkan oleh sistem dan
keterbatasan fasilitas yang mendukung dalam proses pembelajaran tersebut.
Terlepas dari hal diatas dapat
kita ketahui bahwa beberapa faktor utama yang menjadi kendalah penerapan e-learning
di Indonesia. Pertama, belum tersedia fasilitas yang memadai yang mendukung
dalam penerapan e-learning. Hal ini dikarenakan keterbatasan dana, dan biaya
fasilitas itu cukup mahal sehingga sekolah tidak cukup dana untuk membeli
seperangkat komputer. Kedua, kurangnya keahlian dalam mengoperasikan teknologi,
maksudnya masih banyak pengajar atau pendidik di Sekolah belum mampu
mengoperasikan komputer. Ketiga, Faktor lain, misalnya faktor keamanan. Sekolah
yang tidak aman enggan untuk membeli komputer. Sementara menurut Effendi, (2005) dalam http://programmkomputer.blogspot.com/2012/10/pengertian-keunggulan-kendala-e-learning.html kendala atau hambatan dalam
penyelenggaraan e-learning yaitu: a. Investasi. Walaupun
e-learning pada akhirnya dapat menghemat biaya pendidikan, akan tetapi
memerlukan investasi yang sangat besar pada permulaannya.
Cara
mengatasi :
Pemerintah
harus lebih memperhatikan lagi dalam penerapan pembelajaran e- learning di Indonesia yaitu dengan cara menyediakan fasilitas yang memadai dan
memasang jaringan internet di seluruh wilayah .
2. Interaksi dalam pembelajaran tatap muka, pada intinya
adalah terbentuknya hubungan antara guru dan murid dengan baik melibatkan aspek
psikologis. Adanya bentuk perhatian adalah bentuk paling sederhana untuk
membuat interaksi antara guru dan murid menjadi lebih akrab dan terbuka.
Dalam
penerapan e-learning, interaksi bisa
dioptimalkan dengan cara :
Terbukanya
interaksi langsung menggunakan social media seperti facebook dan twitter,
sehingga interaksi dan diskusi bisa berlangsung lebih santai dan tidak ada
unsur ketegangan
Pengiriman email berisi hasil
belajar dan tanggapan guru untuk memberikan umpan balik sekaligus motivasi
kepada siswa.
3. Dalam
paradigma teknologi pendidikan, penerapan e-learning
ini adalah sebuah salah satu solusi mengatasi masalah belajar di dunia
pendidikan. Pendidikan perlu mempertimbangkan e-learning, karena ada beberapa manfaatnya antara lain :
Bila
siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang
dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet
Baik guru
maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti
melalui jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan
wawasan yang lebih luas.
Berubahnya peran siswa dari
yang biasanya pasif menjadi aktif
4. Misalnya dengan merancang
strategi pembelajaran yang
bersifat Project Learning dan Kooperatif Learning untuk mendiskusikan
topik dengan cara chatting/audioconference/videoconference melalui internet
dalam waktu yang bersamaan (sinkronous) atau dalam waktu yang berbeda
(asinkronous) dengan siswa mendiskusikan sesuatu suatu topic secara kelompok
melalaui via email, bulletin board, dan lain-lain.
Literatur :
-
Djadja Sardjana, Kebijakan E-Learning Perguruan Tinggi
Dalam Strategi Manajemen Pendidikan, Kompasiana.com/2010/03/18
-
Martin Weller, Delivering On The Net, London and New
York, 2002
Tidak ada komentar:
Posting Komentar